Senin, 22 November 2010

GEMA KOSGORO (Gerakan Mahasiswa Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong)

Gerakan Mahasiswa KOSGORO (GEMA KOSGORO) adalah organisasi mahasiswa ekstra universiter yang berada di tingkat nasional dan tingkat daerah yang memiliki perguruan tinggi. GEMA KOSGORO dibentuk pada tanggal 17 Agustus 1966 di bawah naungan Organisasi KOSGORO. Langkah pergerakan GEMA KOSGORO tidak terlepas dari sejarah KOSGORO. KOSGORO didirikan pada tanggal 10 November 1957 oleh Mas Isman dengan dilandasi tekad para mantan pejuang TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) guna melanjutkan pengabdian kepada Bangsa dan Negara. Pada saat itu, Mas Isman yang merupakan mantan Komandan Detasemen I Brigade 17 Jawa Timur mengundang 32 mantan pejuang TRIP ke rumahnya dan bersepakat untuk mewujudkan tekad tersebut dalam suatu wadah yang sesuai dengan zaman dan masa depan. Dengan semangat perjuangan tersebut, lahirlah KOSGORO sebagai sebuah Koperasi, yaitu ”Koperasi Simpan Pinjam Gotong Royong” yang kemudian berkembang menjadi ”Koperasi Serba Usaha Gotong Royong” sebagai kelanjutan dari usaha kolektif para pemuda pejuang yang aktif di dalam Perang Kemerdekaan 1945-1950. KOSGORO terus berkembang pesat sehingga mencapai suatu tingkatan yang perlu dikonsolidasikan secara nasional. Dalam MUBES KOSGORO ke II tanggal 11 Maret 1966 di Semarang, disahkan lahirnya organisasi KOSGORO yang merupakan singkatan dari ”Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong”.
 
Dewasa ini, KOSGORO mewadahi 10 Gerakan dan 7 Lembaga, salah satunya adalah GEMA KOSGORO (Gerakan Mahasiswa KOSGORO). KOSGORO juga merupakan salah satu KINO (Kelompok Induk Organisasi), disamping SOKSI dan MKGR, yang melahirkan Partai Golkar. Namun perlu dicatat bahwa dalam perkembangannya, KOSGORO tidak berafiliasi dengan partai politik manapun. Pertumbuhan pesat KOSGORO berakar pada budaya yang mengutamakan karya-karya kecil namun nyata, dari pada rencana-rencana besar penuh janji tetapi tiada terwujud. KOSGORO mendidik para anggotanya dalam semangat: ”uruslah hal-hal yang kecil secara nyata, dengan begitu hal-hal yang besar dengan sendirinya akan menjadi terurus”. Selain itu, KOSGORO dalam gerak langkahnya dituntun serta dilandasi oleh suatu ”sambung rasa” dengan rakyat, yang kemudian tumbuh menjadi suatu ”sambung jiwa”. Dalam mengamalkan Pancasila, KOSGORO dijiwai oleh Tri-Dharma KOSGORO, yaitu (a) Pengabdian, (b) Kerakyatan, dan (c) Solidaritas. Tri-Dharma KOSGORO adalah pencerminan tekad KOSGORO untuk mengemban Amanat Penderitaan Rakyat sekaligus untuk mengembangkan aspirasi-aspirasi nasional. Dengan Tri-Dharma KOSGORO, jelaslah bahwa KOSGORO bertekad melaksanakan karyanya yang tunggal (EKA-KARYA KOSGORO), yaitu pelaksanaan pembangunan materiil dan spirituil, dengan pengetrapan jiwa gotong-royong di medan pengabdian kepada Rakyat dan tanah air untuk pembangunan kehidupan bangsa.
 
Terkait dengan hal tersebut, GEMA KOSGORO dibentuk guna meneruskan kelestarian perjuangan pemuda dalam mengemban amanat penderitaan rakyat sekaligus untuk mengembangkan aspirasi-aspirasi nasional. GEMA KOSGORO dalam melaksanakan kegiatannya bertujuan mewujudkan mahasiswa yang berwawasan kebangsaan serta memiliki kemampuan konsepsional dan operasional yang sesuai dengan disiplin ilmu dan jenjang studi guna pencapaian cita-cita perjuangan bangsa. GEMA KOSGORO berfungsi sebagai organisasi kemasyarakatan, kader, dan kejuangan. Untuk mencapai tujuan berdasarkan sifat, status, dan fungsi maka GEMA KOSGORO berusaha: (1) menghimpun dan mengembangkan pikiran serta potensi mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara; (2) menggalang persatuan dan kesatuan mahasiswa atas dasar rasa solidaritas yang positif sebagai generasi penerus perjuangan bangsa; (3) melakukan kegiatan-kegiatan pendidikan, penelitian dan pengkajian guna meningkatkan kualitas partisipasi mahasiswa dalam pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara; (4) usaha-usaha lain yang sesuai dengan dasar perjuangan dan tujuan organisasi.
Ketua Umum PIMPINAN PUSAT KOLEKTIF KOSGORO :
1. Mas Isman (1957-1982),
2. Martono (1982-1990),
3. Soeprapto (1990-1995),
4. Drs. H. Bambang W.S (1995-2000),
5. Hayono Isman (2000-2006),
6. H. Effendi Jusuf, SH (2006-2011).
Tokoh-tokoh lain KOSGORO , yaitu: Siswono Yudhohusodo, Adi Sasono, Sarwono Kusumaatmadja, Prabowo Subianto, Agung Laksono, Ermaya, DedeYusuf, Paskah Suzetta, M.Lukman Edy, dll.
 
Kader KOSGORO memiliki Buku Saku bernama “PEDOMAN PERJUANGAN KOSGORO” sebagai panduan kader agar melajutkan perjuangan dan tetap mengabdi pada rakyat.KOSGORO sebagai induk organisasi selain mewadahi 10 Gerakan dan 7 Lembaga, kader KOSGORO juga terdistribusi di berbagai instansi dan partai politik yang bergerak dalam berbagai bentuk kegiatan & Icon, seperti: K9 (KOSGORO 9, yaitu produk miniatur motor gede dari garpu sendok oleh kader Gema KOSGORO Jawa Barat), KJ&D (Koperasi KOSGORO Jaringan & Distribusi), KOSGORO 1957 (Kader KOSGORO pada tahun 2003 mambuat Sayap (bukan KINO) Partai GOLKAR demi menyampaikan aspirasi rakyat melalui partai ini).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar